SALAM TA'ZHIM DALAM UKHWAH FILLAH
BILA ALLOH MENGHENDAKI KITA BERTUTUR SAPA DALAM MAYA
BILA ALLOH MENYETUJUI KITA BERSUA DALAM HATI DAN MATA
BILA BERKENAN DAN SUDI BERSAHABAT DALAM HIKMAH
Jika anda ingin mendengar LAGU INTRO sila close RADIO IKIM.. moga anda senang bersimpuh di sini ya...
Radio MEDIAMUSLIM
Radio Mediamuslim
Persahabatan ibarat
satu janji yang dibuat dalam hati Tak dapat ditulis, tak dapat dibaca.
Namun takkan terpisah dek jarak,
takkan berubah dek masa.
Sekali kita berkawan,
ia akan kekal selamanya
MUTIARA HIKMAH
Kau bagai embun,
Putih bersih lagi suci,
Melingkari menyejuk hati,
Lalu menghilang menyepi diri.
Kau bagai rambulan,
Indah dipandang menguntum sayang,
Umpama bebayang kelam,
Mahu ku gapai tangan tak sampai
"SELANGKAH UNTUK MENCARI ILMU ALLAH AKAN BUKAN JALAN-JALAN KE SYURGA."
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian
3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
QS. Al-An'am : 32. Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka[468]. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?
" maka barang siapa yang mengikuti HIdayah-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati." ( QS-Albaqoroh : 38 )
Di sana, dipadang mahsyar, tatkala terik panas matahari sejengkal kepala, ketika tiada lagi pertolongan, haus dahaga membakar kerongkongan,
seorang wanita berlari kebingungan, sendiri, kesana-kemari, " siapakah yang bisa membantuku ? "
"siapa lelaki itu ?" "ah... kiranya dia kekasihku sewaktu didunia "
seraya memanggil kekasihnya
"wahai kekasihku,.... !!!" "tolonglah aku..... " "sungguh aku dalam penderitaan yang sangat......" "telah lelah aku berlari mencari bantuan...." "segala puji aku telah menemukan mu disini " "tolonglah...."
Lelaki menjawab dengan menunduk malu ... " maaf kekasihku, sungguh penderitaanku lebih besar dari apa yang aku alami " "jangankan menolongmu kekasihku..." " malu aku menatapmu, karena teringat masa lampau..."
Wanita itu mengernyitkan dahi seakan tak percaya. berkatalah wanita itu. " wahai kekasihku..." "Bukankah aku telah begitu setia menjaga cinta-mu....." "biarpun kau sakiti aku, walaupun kau tinggalkan aku ..." "Aku masih tetap mencintaimu.... " "aku masih menunggumu dalam peraduan kita...." " Bagaimana kau tak perduli aku sekarang..."
Laki-laki itu menjawab : "Kekasihku...., akupun masih mencintaimu..." "tetapi karena itu pula, aku terbebani persoalan itu sekarang... " "hingga aku tak sanggup memikulnya disini...." "Bagaimana aku bisa bertanggung jawab....." "karena kita telah bersalah atas nama cinta..." "Karena cinta telah melalaikan tugas dan kewajiban kita, sebagai hamba Alloh..." "kekasihku..., maafkan aku...." "aku sangat malu sekali terhadapmu.." "Biarlah kita hadapi masalah kita sendiri-sendiri ..." "Selamat TInggal ..."
begitulah nasib para pecinta, Alloh berfirman dalam Al-Qur'an :
" Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa ....." ( Az-zukhruf : 67 )
Inspirasi itu lahir dari kesahajaannya, kederhanannya jua melahirkan cinta dunia, ditempa seorang ayah yang pandai besi,
hingga hatinya begitu teguhbagai baja damaskus, bersama keyakinanmembalut jiwa raga bersama Alloh mengibarkan bendera-Nya,
Jadilah angin teheran mendera-dera…… dengan suara lantang membahana raya, membangkitkanghirah jiwa-jiwa terpendam, mendobrak diri-diri yang terkungkung,
tuk mencurahkan hak-hak sang merdeka, semangatnyapun bagaikan resonansi bermelodi, yang mengalir disetiap sendi patriot sejati, yang berkata inilah keadilan……….
Tiada arti angkara murka…… wakil-wakil setanpun menjadi gila….
dialah inspirasi dunia kini…… Sahibul Maula : Ahmadinnejad………..
Aku sedang bersedih, tapi kesedihan mana lagi yang lebih mendalam , selain kesedihan Amr melihat keluargantyasyahid diujung tombak, astagfirulloh, rupanya kesedihanku tak seberapa dalam…..
Aku kini menderita,
tapi derita mana lagi yang lebih pedih. selain derita Bilal menahan terik matahari, cambuk dan batu, astagfirulloh, rupanya deritaku tak seberapa pedihnya,
Aku kini menangis,
tapi tangisan mana lagi yang lebih memilukan,
selain tangisan sahabat-sahabat menahan lapar dan dahaga saat boikot, astagfirulloh,
rupanya tangisanku tak seberapa pilu,
Cobaan dan ujian datang silih berganti, tapi cobaan mana lagi yang lebih berat, daripada cobaan yang dihadapi Baginda, dicacimaki…...... diboikot……….. diancam………..
terluka……….
berdarah………. bertaruh nyawa…….
Astagfirulloh, rupanya cobaan dan ujianku tak ada apa-apanya, lalu…….. apa yang menghalangiku untuk tersnyum……?????
Wahai Muddatsir, bangunlah Cinta-Ku, dan serulah apa yang diperintahkan kepadamu,
Terbinalah cinta di lembah bakkah, menggemparbumi jahiliyyah,
Tapi…….
Bersimbahlah darah suci Yasser dan Sumayyah, tatkala tombak menghujammereka,
dari kemaluan sampai kepala,
Sementara Amr berderai airmata istiqomah,
Lalu melabuhkannya kepada Cinta Seiring itu….. walau tubuh dihujani batu, ………….dicambuk berduri, ………….dan dipanggang matahari, ucapan Ahad-nyaBilal menggema, disantero jantungnya Arab Quraisy, Ahad……Ahad…… Ahad……. terenyuhlah hati Abu Bakar as-shiddiq
untuk memerdekakan cinta mulia,
Lalu hijrahlah Cinta ke Thoif, belumlah zam-zam menyentuh bibir-bibir kering,
Belum lagi perbekalan di buka, belum lagi cucuran keringat kering, belumlah lagi kaki menginjak gerbangnya,
dalam kepayahan yang sangat.….. dalam lelah yang dahysat……. Arab thoifmenghardiknya, mengusirnya……. seraya mengatakan …. gila…. Gila… gila….
lalu melemparinya dengan kotoran, menghujaninya dengan batu-batu tajam,
Berdarah-darahlah Cinta….. mengalir dari pelipis matanya yang suci,
Membasahi jubahnya yang bersih, bersama air matanya yang bening …. seraya berucap…..
Umatku…. Umatku…. Umatku….
Ribuan malaikat memandang sedih, melihat deritanya sang kekasih,
Bersandar di pohon kurma tak berdaya sendiri,
Wahai cinta, biarkan kami angkat gunung itu tuk menghujani kebencian mereka
Atau kami balikkan hamparan bumi mereka, sebagai ganti kesedihanmu………
Kasih sayang Cinta bagai tiara mahkota,
Biarkan wahai malaikat …. mereka tak mengeti cinta,
Seandainya mereka mengenalnya, niscaya cintanya melebihi cintamu,
kelakanak cucu mereka nanti dianugrahi cinta,
( subahanalloh ),
Kembalilah Cinta ke lembah bakkah,
Kembali menderita,
kala cinta terpenjara,
dalam boikot yang kejam dan menyiksa,
terlunta-lunta, haus menggila, menusuk bagai duri, lapar memuncak, menjerit rintih, dedaunanpun menjadi santapan terlezat, ternikmat yang dirasa,
sementara tak ada lagi airmata yang tersisa, pamanda tercinta Abu tholib pergi slamanya, hilanglah sang benteng pertahanan,
yang senantiasa melindungi,
senantiasa mencintai…….
sementara tak ada lagi isak tangis yang keluar,
istri tercinta Khadijah Al-kubro sakit keras,
lemah dipembaringan,
dengan mata cekung, dan tubuh yang kurus kering, …….wahai cintaku…… engkaulah permaisuriku, yang relakan hidupmu menderita ,
berhiaskan tangis dan airmata, berirama rintihan nestapa, kala sedih…. kau menghiburku dengan senyum dan tawa,
kala putus asa …. kau merayu membangkitkan jihadku kala buntu… kau menginfakkan hartamu, Bidadari surgaku….. biarkan cinta mendekapmu